Tampilkan postingan dengan label Adat Dan Budaya. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Adat Dan Budaya. Tampilkan semua postingan

Kamis, 13 Maret 2014

Makna Ukiran pada Perisai Dayak Iban

Perisai Dayak Iban
Alkisah pada jaman dulu terdapat legenda Pengayau orang Iban, yakni Langindang dan Langkacang. Pada saat pertempuran sengit berlangsung , tubuh Langindang tiba-tiba bergidik melihat perisai Langkacang. Tubuhnya menjadi lemas . Ia pun ketakutan luar biasa karena perisai Langkacang yg bermotif Iban Laki-Laki. Lain dengan Langkacang, Ia tiba-tiba iba dengan Langindang ketika menatap perisai yang digunakan Langindang. Perisai Langindang yang bermotif Iban perempuan , malah menyurutkan semangat tempurnya, karena kasihan dengan musuh.
Legenda orang Dayak Iban tentang pertempuran Langindang dan Langkacang, menggambarkan keyakinan suku Dayak Iban pada motif-motif yang dilukis diatas perisai. Masing-masing motif disimbolkan sebagai Gergasi (mahluk supranatural). Bagi Dayak Iban, perisai untuk berperang mempunyai dua macam jenis ukiran, yakni Laki-laki dan Perempuan.

Rabu, 05 Maret 2014

Gambar Motif-motif Tato Dayak Bagian III (Oleh A.W. Nieuwenhuis-1898,C. Hose and W. McDougall-1912, C. Lumholtz-1920)


[A]. C. Lumholtz - 1920

Gambar 1
Motif (a,b,c-Dayak Bukit), (d-Dayak Saputan) ,(e-Dayak Kayan Long Glat) ,(f,g- Dayak Penihing) yang lain adalah motif "Durian"
(A) Motif Durian matang, desain di bahu 
(B,C, D) Motif Durian muda, desain dada , dibawah puting.
(E) biasanya pada lengan atas (di depan) mewakili 14 durian.(?)
(F) Tato diatas kuku tangan wanita Dayak Penihing. Perbatasan di atasnya mewakili tonjolan buah. 
(G) Tato pada Kaki wanita Dayak Penihing
(H) Motif bulatan yang biasa dijumpai pada Dayak Ngaju, Dayak Ot-Danum dan Dayak disekitarnya.

Keterangan Figur Gambar laki-laki :
Sosok pria berasal dari Dayak Ngaju di Sungai Katingan (Tetua di Tewang Rongkang). 
1.Tato pada lutut. Ini menggambarkan ikan dari zaman kuno. 
2.Tato pada  paha adalah representasi dari anjing atau naga dengan kepala anjing.
3. Desain Tato pada bagian tengah tubuh merupakan pohon, batang yang naik dari pusar;
4. Dua desain oval besar membentang di dada, menggambarkan sayap unggas. 
5. Pohon yang disebut Garing, adalah salah satu yang luar biasa, yang tidak bisa mati (Pohon Kehidupan).
6. Di bawah lengan dan di atas bahu adalah desain yang sama mewakili daun telapak pinang. 
7. Perbatasan di sekitar pergelangan tangan merupakan representasi dari burung yang disebut Susulit. 
8. Tanda Silang di tangan mewakili paruh burung Enggang/Rangkong, 
9. Tanda yang mirip bintang adalah mata Enggang/Rangkong.

Selasa, 04 Maret 2014

Gambar Motif-motif Tato Dayak bagian II (Oleh C. Hose dan W. McDougall 1912)

Gambar 1
1. Dayak Kayan, motif Udoh Asu (Anjing) . Letak di paha Laki-laki
2. Dayak Kayan - Uma Balubo Kayan, Motif Anjing.
3. Dayak Iban, Motif Kelingai Kala (Kalajengking).Letak Paha,Lengan dan Dada , untuk laki-laki
4. Dayak Kenyah ,motif Anjing . Di copi dari Motif Kayan.
5. Dayak Kayan , motif Anjing.
6. Dayak Kayan motif Anjing.
7. Dayak kayan motif Anjing kembar. untuk di Paha bagian Luar Laki-laki
8. Dayak Kayan motif Tuang Nganak. Untuk Paha Laki-laki A = pup.
9. Dayak Kenyah motif Lipan Katip (Jepit Lipan ). Untuk Dada dan Bahu Laki-laki  
10. Dayak Kenyah motif Toyu (Kepiting). A = Ba (Mulut) , B = Katip (Jepitan) C = Ikong.







Senin, 03 Maret 2014

Gambar Motif-motif Tato Dayak bagian I ( oleh H. Ling Roth ,1896)

H. Ling Roth, p. 84
Alat Pembuat Tato Keterangan gambar : 
1. Pembuat tato Dayak Kayan, dari duri (jeruk?) 
2. Kotak Tato Kayan untuk wanita, motif Bunga Nulang 
3. Pemukul (tukul kayu untuk memukul) 
4. Tempat cat tato 
5. Jarum pembuat tato (dari besi/kuningan) 
6. Piring bubuk pewarna dari bambu

Jumat, 28 Februari 2014

Ritual "Babuar Ka Padapuratn" Dayak Kanayatn Kalimantan Barat



Upacara adat "Babuar Ka' Padapuratn" diikuti oleh Kampung-kampung di wilayah empat Binua ,yaitu Binua Lumut Ulu, Binua Sallo Batangan, Binua Sailo Salaass dan Binua Karangan di Kalimantan Barat.Kegiatan ini bertujuan untuk mengusir penyakit Padi , agar dalam kegiatan perladangan mendapat hasil panen yang berlimpah.
Kegiatan "Babuar Ka' Padapuratn" biasa diawali dengan mengarak sekapur sirih di sekitar kampung-kampung. Beberapa perahu kecil dan besar disiapkan untuk membawa pesembahan berupa buah-buahan hasil kebun, hasil pertanian ladang dan sawah.

Cerita Sejarah Adat "Babuar Ka' Padapuratn"
Pada jaman dahulu Kala Ne' Ramaga , seorang pemimpin yang hidup di daerah Bangkule Rajakng (Kampung Pakana sekarang) di tepi sungai Kariwatn (sungai Mempawah) , menerima wahyu dari Nek Panitah untuk mererima aturan hidup yang dinamakan "Adat Lima". Dalam mimpinya Ne' Ramaga diperintahkan untuk mengundang tiga saudaranya yang memimpin wilayahnya, yaitu Nek Matas (pemimpin wilayah di sepanjang sungai Kariwatn) , Nek Teguh atau Pak Usutn (pemimpin wilayah sungai Sambas) dan Nek Ria Sinir (pemimpin wilayah sungai Banyuke atau Landak).