![]() |
| Kongres Sintang Mei 1958 |
Semangat untuk bersatu masyarakat Suku Bangsa Dayak dalam sebuah organisasi selain di Kalimantan Selatan ( Kalimantan Tengah dan Selatan sekarang - Baca Pakat Dayak) , mulai nampak di Kalimantan Barat. Cikal Bakal Pendirian Partai Persatuan Daya[k] adalah dari satu sekolah seminari di Kelurahan Nyarumkop, Singkawang Kalimantan Barat. Sekolah Seminari itu bernama Seminari Santo Petrus. Tokoh-tokoh Pendiri Partai Persatuan Daya[k] banyak yang berasal dari sekolah Seminari Santo Petrus [*1].
Pendidikan yang diberikan kepada suku Dayak menghasilkan kesadaran bahwa harkat dan martabat Suku Bangsa Dayak dapat terangkat jika kesatuan dari Sub-sub suku Dayak Dapat terwujud. Pada tahun 1942 [*2], diadakan retreat guru-guru dayak di Sanggau. Dalam pertemuan ini muncul pemikiran untuk memajukan orang Dayak supaya tidak selalu terbelakang. Beberapa literatur menyebutkan kesadaran ini timbul setelah surat yang di kirim oleh Oevaang Oeray kepada seluruh guru sekolah Katholik yang ada di Kalimantan Barat, untuk perduli kepada keadaan sosial masyarakat Dayak.





